Mengapa Kamu Bisa Membaca Bahasa Inggris tetapi Masih Sulit Memahami Penutur Asli
Kamu tahu kata-katanya. Kamu memahami tata bahasanya. Jika seseorang menuliskan kalimatnya, semuanya terlihat mudah.
Lalu kamu mendengar penutur asli mengucapkannya, dan tiba-tiba kalimat itu seperti menghilang.
Mungkin "What did you do?" terdengar seperti "Whadja do?" Mungkin "I want to go" terdengar seperti "I wanna go." Mungkin "Can I ask you something?" berubah menjadi satu aliran bunyi yang cepat.
Ini salah satu masalah paling membuat frustrasi bagi pembelajar bahasa Inggris tingkat menengah atas dan lanjutan: kamu bisa membaca bahasa Inggris, tetapi masih belum bisa menangkap bahasa Inggris lisan alami.
Masalahnya bukan karena bahasa Inggris kamu buruk. Masalahnya adalah kamu mendengarkan versi bahasa Inggris yang salah.
Bahasa Inggris tertulis menampilkan kata satu per satu. Bahasa Inggris lisan menghubungkan, melemahkan, menghilangkan, dan mengubah bunyi. Jika kamu mendengarkan kata demi kata, kamu melewatkan bunyi bahasa Inggris yang sebenarnya.
Apa yang Terjadi?
Bahasa Inggris lisan alami bukan rekaman bersih dari kalimat tertulis. Penutur asli biasanya tidak mengucapkan setiap kata dengan kekuatan yang sama. Mereka menghubungkan kata, melemahkan kata tata bahasa yang kecil, menghilangkan beberapa bunyi, dan mengubah bunyi ketika bertemu bunyi lain.
Ini disebut bunyi tersambung dalam ujaran alami, atau connected speech.
Connected speech adalah cara kata-kata berperilaku ketika diucapkan dalam kalimat nyata, bukan secara terpisah. Sebuah kata bisa terdengar jelas saat dipelajari sendiri, tetapi sangat berbeda ketika muncul di dalam kalimat.
Contohnya:
- "to" dapat terdengar seperti "tuh"
- "and" dapat terdengar seperti "n"
- "did you" dapat terdengar seperti "didja"
- "next day" dapat terdengar seperti "nex day"
- "pick it up" dapat terdengar seperti "pickidup"
Ini bukan kesalahan. Ini adalah ciri normal bahasa Inggris yang lancar.
Kuncinya adalah ini: penutur asli biasanya tidak berbicara dalam kata-kata yang terpisah. Mereka berbicara dalam kelompok bunyi.
Polanya
Ada beberapa pola connected speech yang perlu kamu kenali.
Pertama, penghubungan bunyi atau linking terjadi ketika akhir satu kata tersambung ke awal kata berikutnya. "Pick it up" dapat terdengar seperti "pickidup" karena konsonan akhir tersambung ke bunyi vokal.
Kedua, pelemahan bunyi atau reduction terjadi ketika kata-kata umum menjadi lebih lemah. Kata seperti "to," "for," "of," "and," "can," dan "you" sering menjadi lebih pendek dan kurang jelas.
Ketiga, penghilangan bunyi atau deletion terjadi ketika sebuah bunyi hilang atau menjadi sangat sulit didengar. Dalam "next week," banyak penutur tidak mengucapkan /t/ pada "next" dengan kuat.
Keempat, asimilasi bunyi atau assimilation terjadi ketika satu bunyi berubah karena bunyi di dekatnya. "Did you" dapat menjadi "didja" karena bunyi /d/ dan /y/ berpadu.
Kelima, bunyi schwa adalah vokal lemah ə dalam suku kata tanpa tekanan. Bunyinya seperti "uh" yang rileks. Bunyi ini muncul di mana-mana dalam bahasa Inggris alami.
Keenam, tekanan kata dan tekanan kalimat mengatur apa yang terdengar jelas dan apa yang menjadi lemah. Kata isi seperti nomina utama, verba, adjektiva, dan adverbia sering mendapat tekanan. Kata tata bahasa sering menyusut.
Jika kamu hanya mendengarkan pelafalan kamus, kamu akan merasa tersesat. Jika kamu mendengarkan pola-pola ini, ujaran penutur asli menjadi jauh lebih mudah diprediksi.
Contoh
- Bentuk tertulis → Bentuk lisan → Arti
- "What do you want to do?" → "Whaddaya wanna do?" → Menanyakan tindakan apa yang diinginkan seseorang
- "I have to go." → "I hafta go." → Mengatakan bahwa kamu harus pergi
- "Can I ask you something?" → "K'n I ask ya something?" → Meminta izin untuk mengajukan pertanyaan
- "Did you eat yet?" → "Didja eat yet?" → Menanyakan apakah seseorang sudah makan
- "I am going to call him." → "I'm gonna call 'im." → Mengatakan bahwa kamu berencana meneleponnya
- "Turn it off." → "Turnid off." → Meminta seseorang mematikan sesuatu
- "A cup of coffee" → "A cuppa coffee" → Satu cangkir kopi
- "Next time" → "Nex time" → Lain kali
- "What are you doing?" → "Whatcha doing?" → Menanyakan apa yang sedang dilakukan seseorang
- "Do you know what I mean?" → "D'ya know what I mean?" → Memastikan pemahaman
Tip Listening
Berhentilah mencoba menangkap setiap kata dengan tingkat kejelasan yang sama.
Sebaliknya, dengarkan kata yang mendapat tekanan terlebih dahulu. Kata bertekanan biasanya membawa makna utama. Dalam kalimat "I have to go to the office," kata yang paling jelas kemungkinan adalah "have," "go," dan "office." Kata "to" dan "the" mungkin terdengar lemah.
Latih telinga kamu dalam dua putaran.
Putaran pertama: tangkap kata utama yang bertekanan. Tanyakan: Apa pesan umumnya?
Putaran kedua: perhatikan bagian lemah di antara kata kuat. Tanyakan: Kata tata bahasa kecil apa yang mungkin tersembunyi di sana?
Misalnya, jika kamu mendengar sesuatu seperti "I hafta go t'the office," jangan panik karena kamu melewatkan "to." Pola tekanannya memberi tahu kamu strukturnya.
Tip Speaking
Kamu tidak perlu langsung meniru setiap pelemahan kasual. Tujuan pertama kamu adalah mengenali connected speech. Namun, berlatih mengucapkannya secara ringan dapat meningkatkan kemampuan mendengarkan.
Coba metode ini:
- Ucapkan kalimat lengkapnya perlahan: "I am going to call you."
- Tandai kata yang mendapat tekanan: "going," "call."
- Lemahkan bagian yang lemah secara alami: "I'm gonna call you."
- Ucapkan dengan kecepatan yang nyaman, bukan secepat mungkin.
Tujuannya bukan terdengar malas. Tujuannya adalah merasakan bagaimana bahasa Inggris bergerak dari satu kata bertekanan ke kata bertekanan berikutnya.
Latihan Singkat
Baca setiap kalimat tertulis. Tebak bentuk lisan sebelum melihat jawabannya.
- "What did you say?"
- Kemungkinan bentuk lisan: "Whadja say?"
- "I want to ask him."
- Kemungkinan bentuk lisan: "I wanna ask 'im."
- "She is going to be late."
- Kemungkinan bentuk lisan: "She's gonna be late."
- "Can you help me?"
- Kemungkinan bentuk lisan: "C'n ya help me?"
- "Give it to her."
- Kemungkinan bentuk lisan: "Givitta her" atau "Give it to 'er."
Sekarang berlatihlah mendengarkan dalam kehidupan nyata. Pilih klip pendek, 10 sampai 20 detik. Tulis apa yang menurut kamu kamu dengar. Lalu periksa transkrip jika tersedia. Tandai tiga hal: kata yang terhubung, kata yang dilemahkan, dan bunyi yang hilang atau berubah.
Kesalahan Umum
Kesalahan paling umum adalah percaya bahwa listening berarti menangkap setiap kata dengan jelas.
Penutur asli sering tidak mengucapkan setiap kata dengan jelas. Mereka membuat beberapa kata jelas dan membiarkan kata lain menjadi lemah. Itu bagian dari ritme bahasa Inggris.
Kesalahan lain adalah menganggap reduction sebagai "bad English." Kenyataannya, bentuk seperti "gonna," "wanna," "hafta," dan "didja" umum dalam ujaran santai. Kamu tidak perlu menggunakan semuanya dalam berbicara formal, tetapi kamu perlu memahaminya.
Jika latihan listening kamu hanya memakai audio buku teks yang lambat, kamu mungkin menjadi mahir dalam bahasa Inggris buku teks tetapi tetap kesulitan dengan bahasa Inggris nyata. Kamu perlu paparan terhadap connected speech yang alami.
Ringkasan
Jika kamu bisa membaca bahasa Inggris tetapi tidak dapat memahami penutur asli, masalahnya sering kali adalah connected speech.
Bahasa Inggris lisan nyata menggunakan linking, reduction, deletion, assimilation, schwa, dan stress. Pola-pola ini membuat kata terdengar berbeda dari bentuk tertulisnya.
Jangan mendengarkan kata demi kata. Dengarkan kata bertekanan, kelompok bunyi, dan perubahan yang bisa diprediksi. Setelah kamu memahami bagaimana bahasa Inggris lisan memadat, ujaran penutur asli menjadi tidak terlalu misterius dan jauh lebih mudah dilatih.
SEO Metadata
- SEO title: Mengapa Kamu Bisa Membaca Bahasa Inggris tetapi Masih Sulit Memahami Penutur Asli
- Meta description: Pelajari mengapa bahasa Inggris lisan alami sulit dipahami meskipun kamu bisa membacanya, serta bagaimana connected speech, reduction, linking, schwa, dan stress mengubah apa yang kamu dengar.
- Slug: why-you-can-read-english-but-cant-understand-native-speakers
