'What Do You Want?' vs 'What Would You Like?': Bertanya Tanpa Terdengar Ketus

'What Do You Want?' vs 'What Would You Like?': Bertanya Tanpa Terdengar Ketus

Kenapa frasa ini bisa membingungkan

Menanyakan apa yang diinginkan seseorang adalah salah satu hal paling umum yang kita lakukan dalam percakapan. Kita melakukannya saat mencatat pesanan, melayani pelanggan, merencanakan sesuatu dengan teman, atau menanyakan kabar rekan kerja. Seharusnya hal ini terasa ramah.

Tantangannya, 'What do you want?' adalah pertanyaan yang utuh dan benar secara tata bahasa — sehingga pelajar secara alami menggunakannya. Namun tata bahasa yang benar tidak menjamin nada yang hangat. Kata-kata yang sama bisa terdengar membantu atau kasar tergantung pada cara penyusunannya.

Dalam banyak situasi, 'What do you want?' membawa nada tajam yang tidak pernah dimaksudkan oleh si pembicara.

Apa yang biasanya orang maksud

Saat pelajar bertanya 'What do you want?' mereka biasanya bermaksud sesuatu yang sopan dan membantu:

  • Bagaimana saya bisa membantumu?
  • Apa yang bisa saya ambilkan untukmu?
  • Apa yang kamu lebih suka?
  • Tolong beri tahu pilihanmu.

Niatnya adalah melayani dan peduli. Cara penyusunannya, bagaimanapun, bisa mengirim sinyal yang berbeda.

Bagaimana frasa ini bisa terdengar

'What do you want?' bisa terdengar ketus atau bahkan tidak sabar. Tanpa kata-kata pelembut, pertanyaan polos ini bisa terasa seperti tuntutan. Dalam beberapa konteks, frasa ini menyiratkan bahwa si pembicara sedang sibuk, kesal, atau bertanya-tanya kenapa orang lain ada di sana.

Customer walks up to a counter.
Staff: What do you want?

Itu bisa terasa dingin, hampir seperti "kenapa kamu mengganggu saya?" Pelanggan mungkin tidak bisa menjelaskan alasannya, tetapi sambutan hangatnya hilang.

'What would you like?' memperbaiki ini. "Would" membuat pertanyaan terasa seperti tawaran yang sopan alih-alih tuntutan, dan "like" terdengar lebih lembut daripada "want." Hasilnya adalah ajakan, bukan tantangan.

Alternatif yang lebih baik

Tujuannya adalah mengubah pertanyaan yang ketus menjadi tawaran yang hangat. Menambahkan "would," "can I," atau sapaan kecil sudah melakukan sebagian besar pekerjaannya.

Jika kamu bermaksud... Coba katakan... Nada
Mencatat pesanan What would you like? Sopan, menyambut
Menawarkan bantuan How can I help you today? Ramah melayani
Menanyakan preferensi What would you prefer? Penuh perhatian
Menanyakan pilihan teman What are you in the mood for? Santai, hangat
Memastikan kebutuhan Is there something I can get for you? Lembut, terbuka
Menindaklanjuti What can I do for you? Membantu

Contoh singkat

Lebih berisiko: What do you want to drink?
Lebih halus: What would you like to drink?

Lebih berisiko (di konter): What do you want?
Lebih halus (di konter): Hi there, what can I get for you?

Lebih berisiko (ke teman): What do you want for dinner?
Lebih halus (ke teman): What are you in the mood for tonight?

Lebih berisiko (di tempat kerja): What do you want from me?
Lebih halus (di tempat kerja): How can I help with this?

Pasangan terakhir paling penting. "What do you want from me?" bisa terdengar defensif, seolah si pembicara merasa tertekan. "How can I help with this?" mengubah situasi yang sama menjadi kerja sama tim.

Aturan singkat

Tukar 'What do you want?' dengan 'What would you like?' atau "How can I help?" setiap kali kamu menawarkan pelayanan atau kepedulian. "Would" dan "like" mengubah tuntutan menjadi ajakan.

Latihan: pilih nada yang lebih baik

  1. Kamu bekerja di meja bantuan dan seorang pengunjung mendekat. Mana sapaan yang terdengar paling menyambut?

    • A. What do you want?
    • B. Hello, how can I help you today?
    • C. Yes?

    Answer: B — Sapaan ini menyambut pengunjung dan membingkai pertanyaan sebagai tawaran bantuan.

  2. Seorang teman menelepon dan kamu senang untuk mengobrol. Suaranya seperti membutuhkan sesuatu. Mana yang paling hangat?

    • A. What do you want?
    • B. Hey, what's up — is there anything I can do?
    • C. So why are you calling?

    Answer: B — Jawaban ini ramah dan menunjukkan kamu siap membantu tanpa terdengar tidak sabar.

  3. Kamu sedang mencatat pesanan kopi untuk seorang rekan kerja. Mana pertanyaan yang cocok dengan nada sopan?

    • A. What would you like? I'm heading to the café.
    • B. What do you want? Tell me fast.
    • C. Just say what you want.

    Answer: A — "Would you like" terdengar seperti tawaran yang baik, dan detail tambahannya membuatnya tetap santai.