Cara Menjelaskan Keausan dan Kerusakan dalam Bahasa Inggris
Kosakata tentang keausan dan kerusakan membantu kamu menggambarkan apa yang terjadi pada sebuah benda setelah penggunaan, usia, tekanan, benturan, atau perawatan yang buruk. Kamu mungkin membutuhkan kata-kata ini saat mengembalikan sebuah produk, membeli barang bekas, menggambarkan barang sewaan, meminta perbaikan, atau menjelaskan mengapa sesuatu tidak lagi berfungsi dengan baik. Daripada berkata "it is broken" (barangnya rusak), kamu bisa berkata bahwa barang itu tergores, penyok, retak, gompal, berjumbai, robek, pudar, longgar, atau sudah aus.
Bahasa Inggris sering memisahkan keausan normal dari kerusakan yang sebenarnya. Worn bisa berarti sebuah benda menunjukkan tanda-tanda pemakaian tetapi masih berfungsi. Damaged berarti sesuatu rusak, berkurang nilainya, atau mungkin tidak aman. Sebuah meja bekas mungkin punya beberapa goresan. Sebuah meja yang rusak mungkin punya kaki yang retak atau sudut yang patah.
Perbedaan Utama
Worn berarti berubah karena penggunaan dari waktu ke waktu. Worn shoes, worn handles, dan worn fabric mungkin terlihat lebih tua, lebih tipis, lebih halus, lebih pudar, atau kurang tajam dari sebelumnya.
Damaged berarti rusak atau tidak lagi dalam kondisi baik. A damaged item mungkin retak, penyok, bengkok, robek, atau tidak berfungsi dengan benar.
Scratched berarti tertandai oleh garis-garis tipis di permukaan. Ponsel, meja, kacamata, lantai, dan mobil bisa tergores.
Dented berarti terdorong ke dalam akibat tekanan atau benturan. Kaleng logam, pintu mobil, peralatan rumah tangga, dan botol air sering menjadi penyok.
Cracked berarti memiliki garis atau patahan, tetapi tidak selalu terpisah sepenuhnya. Kaca, plastik, ubin, dinding, layar, dan piring bisa retak.
Chipped berarti ada potongan kecil yang lepas. Cangkir, piring, cat, ubin, dan tepi furnitur bisa gompal.
Keausan biasanya berkembang secara perlahan. Kerusakan bisa terjadi tiba-tiba atau dari waktu ke waktu. Sebagian kerusakan hanya memengaruhi tampilan, sementara kerusakan lain memengaruhi keamanan atau fungsi.
Istilah dan Frasa Inti
- wear: perubahan bertahap akibat penggunaan
- worn: menunjukkan pemakaian atau usia
- worn out: terlalu tua atau rusak akibat pemakaian
- damaged: rusak atau tidak dalam kondisi baik
- scratched: tertandai dengan garis-garis tipis
- scuffed: tertandai akibat gesekan, sering pada sepatu, lantai, atau tas
- dented: terdorong ke dalam
- bent: tidak lagi lurus
- cracked: memiliki garis atau celah
- chipped: kehilangan potongan kecil
- broken: tidak lagi utuh atau tidak berfungsi
- loose: tidak terpasang dengan kuat
- torn: robek, terutama kain atau kertas
- frayed: kain atau benang yang terurai di bagian tepi
- faded: warnanya sudah menjadi lebih pucat
- peeling: lapisan teratas yang mengelupas
- rusty: tertutup karat
- stained: tertandai oleh sesuatu yang sulit dihilangkan
- leaking: membiarkan cairan keluar
- defective: memiliki masalah dari proses pembuatan
Kolokasi yang Alami
Gunakan scratched screen, scratched table, dented can, dented door, cracked tile, cracked phone screen, chipped mug, chipped paint, scuffed shoes, worn handle, worn-out chair, frayed edge, torn bag, faded fabric, loose screw, bent frame, rusty hinge, dan leaking bottle.
Gunakan kata kerja seperti scratch, dent, crack, chip, break, tear, fray, fade, peel, rust, leak, repair, replace, dan return.
"The screen is scratched but still works." (Layarnya tergores tapi masih berfungsi.)
"The can is dented on one side." (Kalengnya penyok di satu sisi.)
"The mug has a chipped rim." (Cangkirnya punya bibir yang gompal.)
"The paint is peeling near the window." (Catnya mengelupas di dekat jendela.)
"The chair is worn out and needs to be replaced." (Kursinya sudah aus dan perlu diganti.)
Kolokasi-kolokasi ini umum digunakan karena orang menggambarkan kerusakan dengan menyebut jenis tandanya, bendanya, dan apakah hal itu memengaruhi penggunaan.
Contoh Kalimat
"My phone screen is scratched, but it is not cracked." (Layar ponsel saya tergores, tapi tidak retak.)
"The delivery box arrived with a dented corner." (Kotak kirimannya tiba dengan sudut yang penyok.)
"There is a crack in the bathroom tile." (Ada retakan pada ubin kamar mandi.)
"The plate is chipped along the edge." (Piringnya gompal di sepanjang tepinya.)
"The suitcase handle is loose." (Gagang kopernya longgar.)
"The backpack strap is frayed from daily use." (Tali ranselnya berjumbai akibat penggunaan sehari-hari.)
"The wooden floor is scuffed near the entrance." (Lantai kayunya tergesek di dekat pintu masuk.)
"The color on the curtains has faded in the sun." (Warna pada tirainya sudah pudar terkena matahari.)
"The metal hinge is rusty and hard to move." (Engsel logamnya berkarat dan sulit digerakkan.)
"The bottle is leaking from the cap." (Botolnya bocor dari tutupnya.)
Menggambarkan Tanda di Permukaan
Sebagian kerusakan hanya memengaruhi permukaan.
"The table has a few small scratches." (Mejanya punya beberapa goresan kecil.)
"The shoes are scuffed at the toes." (Sepatunya tergesek di bagian ujung jari kaki.)
"The paint is chipped near the handle." (Catnya gompal di dekat gagang.)
"The sticker left a stained mark on the plastic." (Stikernya meninggalkan bekas noda pada plastik.)
Tanda di permukaan mungkin tidak menghentikan benda itu untuk berfungsi. Untuk menjelaskan hal ini, gunakan frasa seperti cosmetic damage, still usable, works fine, dan only on the surface.
"There is some cosmetic damage, but the device works fine." (Ada sedikit kerusakan tampilan, tapi perangkatnya berfungsi dengan baik.)
"The desk has scratches on the top, but it is still sturdy." (Mejanya punya goresan di bagian atas, tapi masih kokoh.)
"The bag is scuffed on the outside, but the zipper works." (Tasnya tergesek di bagian luar, tapi ritsletingnya berfungsi.)
Menggambarkan Kerusakan Struktural
Kerusakan struktural memengaruhi bentuk, kekuatan, atau fungsi sebuah benda.
"The frame is bent." (Bingkainya bengkok.)
"The chair leg is cracked." (Kaki kursinya retak.)
"The handle is loose." (Gagangnya longgar.)
"The lid is broken." (Tutupnya rusak.)
"The bottle is leaking." (Botolnya bocor.)
Jenis kerusakan ini lebih penting karena bisa membuat benda itu tidak aman atau tidak bisa dipakai. Bersikaplah jelas saat melaporkannya:
"The chair is unsafe because one leg is cracked." (Kursinya tidak aman karena satu kakinya retak.)
"The handle is loose, so the suitcase is difficult to carry." (Gagangnya longgar, jadi kopernya sulit dibawa.)
"The container leaks when it is on its side." (Wadah itu bocor ketika diletakkan miring.)
Gunakan minor, small, deep, serious, visible, dan getting worse untuk menggambarkan tingkat keparahan.
Keausan Akibat Usia dan Penggunaan
Keausan terjadi secara bertahap. Keausan sering memengaruhi warna, kain, tepi, gagang, dan bagian yang bergerak.
"The fabric is faded." (Kainnya pudar.)
"The edges are frayed." (Tepinya berjumbai.)
"The handle is worn smooth." (Gagangnya menjadi halus karena aus.)
"The cushion is flattened from use." (Bantalannya menjadi gepeng akibat penggunaan.)
"The shoes are worn out." (Sepatunya sudah aus.)
Worn tidak selalu bermakna negatif. A worn leather bag mungkin terlihat lembut dan nyaman. Worn out lebih kuat maknanya dan biasanya negatif karena barang itu sudah hampir habis masa pakainya.
"The jacket looks nicely worn." (Jaketnya terlihat lusuh dengan apik.)
"The jacket is worn out and has holes in the sleeves." (Jaketnya sudah aus dan ada lubang di bagian lengannya.)
Kesalahan Umum yang Dilakukan Pembelajar
Jangan menggunakan broken untuk setiap tanda. A scratched phone tidak broken kalau masih berfungsi. A chipped cup tidak sepenuhnya broken kecuali kalau tidak bisa dipakai dengan aman.
Jangan tertukar antara cracked dan scratched. A scratch adalah garis di permukaan. A crack adalah patahan atau celah yang lebih dalam.
Jangan berkata "the cup has broken a little piece." Katakan "the cup is chipped" atau "a small piece has broken off."
Jangan berkata "the color is fade." Katakan "the color has faded" atau "the fabric is faded."
Jangan tertukar antara worn dan wearing. Katakan "the shoes are worn" atau "the shoes are worn out." "Wearing shoes" berarti seseorang sedang memakai sepatu di kakinya.
Jangan berkata "the bottle has leak" sebagai kalimat utuh. Katakan "the bottle is leaking" atau "there is a leak in the bottle."
Paragraf Model Praktis
The used coffee table is still sturdy, but it shows clear signs of wear. The top has several small scratches and one deeper scuff near the front edge. The paint is chipped on two corners, and the color has faded slightly where sunlight hits it every afternoon. One drawer handle is loose, but it still opens and closes. There is no crack in the wood, and the legs are not bent, so the damage is mostly cosmetic. With a little repair, the table could still be useful.
(Meja kopi bekas itu masih kokoh, tapi menunjukkan tanda-tanda keausan yang jelas. Bagian atasnya punya beberapa goresan kecil dan satu bekas gesekan yang lebih dalam di dekat tepi depan. Catnya gompal di dua sudut, dan warnanya sedikit pudar di bagian yang terkena sinar matahari setiap sore. Satu gagang lacinya longgar, tapi masih bisa dibuka dan ditutup. Tidak ada retakan pada kayunya, dan kakinya tidak bengkok, jadi kerusakannya sebagian besar hanya menyangkut tampilan. Dengan sedikit perbaikan, meja itu masih bisa berguna.)
Penggambaran kerusakan yang kuat menyebut bendanya, mengidentifikasi jenis tanda atau masalahnya, dan menjelaskan apakah hal itu memengaruhi tampilan, keamanan, atau fungsi. Ini jauh lebih jelas daripada hanya berkata "it is old" atau "it is broken."
