VR, AR, XR: Kata-Kata Realitas Digital yang Terdengar seperti Sup Alfabet

VR, AR, XR: Kata-Kata Realitas Digital yang Terdengar seperti Sup Alfabet

Kamu memakai headset untuk pertama kalinya dan seseorang menyodorkan glosarium yang terbaca seperti semangkuk sup alfabet: VR, AR, XR, MR, ditambah "immersive", "metaverse", dan "spatial". Tiap istilah terdengar futuristik, beberapa tampak hampir identik, dan seorang sales akan dengan senang hati memakai semuanya dalam satu tarikan napas. Tak heran orang diam-diam mengangguk dan berharap tak ada yang minta mereka menjelaskan perbedaannya.

Yang melegakan di sini, huruf-huruf ini tidak acak. Masing-masing menjawab satu pertanyaan sederhana: seberapa banyak dari yang kamu lihat itu nyata, dan seberapa banyak ditambahkan oleh layar? Begitu kamu menjajarkannya berdasarkan satu gagasan itu, supnya berubah jadi menu yang rapi.

Jawaban Singkat

VR (virtual reality) mengganti apa yang kamu lihat dengan dunia digital sepenuhnya. AR (augmented reality) mempertahankan dunia nyata dan menambahkan hal-hal digital di atasnya. MR (mixed reality) memadukan keduanya sehingga objek digital berinteraksi dengan yang nyata. XR (extended reality) adalah istilah payung yang mencakup semua di atas. "Immersive" dan "metaverse" adalah kata suasana yang sering berarti lebih sedikit dari yang diisyaratkannya.

Kata-Kata Penting

  • VR — virtual reality — Kamu memakai headset yang menutup dunia nyata dan menunjukkanmu dunia yang sepenuhnya digital. Kamu "berada di tempat lain". Kalau kamu masih bisa melihat ruangan nyata di sekitarmu, itu bukan VR.
  • AR — augmented reality — Dunia nyata tetap terlihat, dan elemen digital dilapiskan di atasnya, seperti petunjuk arah melayang di atas jalan atau label menggantung di sebuah produk. Kata kuncinya "augmented": ditambahkan ke realitas, bukan menggantikannya.
  • MR — mixed reality — Selangkah melampaui AR sederhana. Objek digital ditempatkan di ruang nyatamu dan bisa menanggapinya — bola virtual yang memantul dari meja nyatamu. Perpaduannya lebih erat.
  • XR — extended reality — Istilah payung yang mencakup VR, AR, dan MR sekaligus. Saat seseorang tak ingin terikat pada salah satu, mereka bilang "XR".
  • Headset vs glasses — Sebuah "headset" adalah perangkat lebih besar yang dipakai menutup mata, umum untuk VR. "Glasses" mengisyaratkan perangkat yang lebih ringan dan tembus pandang, lebih dikaitkan dengan AR. Kata itu mengisyaratkan seberapa banyak dunia nyata yang masih bisa kamu lihat.
  • Immersive — Berarti ia mengelilingimu dan menarikmu masuk. Ia deskriptif, bukan kategori.
  • Spatial — Kata yang sedang tren, berarti "tersusun dalam ruang 3D di sekitarmu". Sebuah app "spatial" menempatkan benda di ruangan ketimbang di layar datar. Seperti "immersive", ia menggambarkan rasa, bukan kategori spesifik, jadi ia bisa menempel ke AR, MR, atau VR sama saja.
  • Passthrough — Fitur tempat sebuah headset menunjukkanmu ruangan nyata lewat kameranya, lalu menambahkan hal-hal digital di atasnya. Itulah cara sebuah perangkat yang tampak seperti headset VR bisa memberikan pengalaman bergaya AR. Menangkap kata ini menjelaskan kenapa satu perangkat keras bisa melakukan lebih dari satu hal.

Jebakan yang Umum

Jebakan pertama adalah memakai "VR" untuk apa pun yang punya headset. Kalau perangkat menambahkan grafik ke ruangan nyata ketimbang menggantikannya, itu AR atau MR, bukan VR. Garis pembatasnya sederhana: VR mengambil dunia nyata pergi; AR dan MR mempertahankannya dan menambahkan padanya.

Jebakan kedua adalah memperlakukan "metaverse" sebagai sesuatu yang presisi. "Metaverse" adalah istilah pemasaran yang kabur dan berubah-ubah untuk suatu ruang digital bersama. Perusahaan yang berbeda mengartikannya berbeda, dan sebagian mengartikannya nyaris tidak apa-apa. Saat kamu melihatnya, jangan berasumsi ada satu produk yang disepakati di balik kata itu.

Jebakan ketiga adalah terlalu sering memakai "immersive". Hampir tiap produk kini menyebut dirinya immersive, jadi katanya sudah menipis. Ia memberitahumu pengalamannya bertujuan mengelilingimu, tapi tidak memberitahumu apakah itu VR, AR, atau cuma video yang hidup. Perlakukan "immersive" sebagai rasa, bukan informasi.

Jebakan keempat adalah mengira "glasses" dan "headset" itu sama. Keduanya mengisyaratkan pengalaman yang sangat berbeda. Headset yang besar biasanya menghalangi pandanganmu (condong ke VR); kacamata ringan biasanya membiarkanmu melihat tembus (condong ke AR). Pilihan kata adalah petunjuk yang layak dibaca.

Jebakan kelima adalah mengira XR adalah teknologi tersendiri yang terpisah. XR bukan gawai keempat yang duduk di samping VR, AR, dan MR. Ia adalah keranjang yang menampung ketiganya. Bilang "XR atau VR?" seperti bertanya "buah atau apel?"

Jebakan keenam adalah mengira perangkat keras menetapkan kategori selamanya. Berkat passthrough, satu headset bisa menjalankan adegan VR yang sepenuhnya digital semenit dan lapisan bergaya AR di ruangan nyatamu semenit kemudian. Jadi perangkat yang sama bukanlah "headset VR" dalam arti permanen; itu tergantung apa yang sedang dilakukannya sekarang. Gambarkan pengalaman yang sedang kamu alami, bukan cuma kotak di kepalamu.

Jebakan ketujuh adalah membiarkan "spatial" menggantikan deskripsi yang nyata. "Spatial computing" terdengar canggih, tapi sendirian ia cuma memberitahumu bahwa benda-benda ditempatkan di sekitarmu dalam 3D. Ia tidak berkata apakah dunia nyata terlihat. Kalau ingin jelas, ikuti "spatial" dengan apakah kamu masih bisa melihat lingkungan sekitarmu yang sebenarnya — satu detail itu menentukan apakah kamu lebih dekat ke VR atau ke AR.

Contoh Natural vs Janggal

Janggal: I tried VR — I could see my living room with a dragon standing in it.

Natural: I tried AR — I could see my living room with a dragon added on top.

Kurang natural: This headset is XR technology, not VR.

Lebih baik: This headset uses VR, which is one type of XR.

Janggal: The app is metaverse.

Natural: The app connects to a shared online space the company calls its metaverse.

Kurang natural: It's immersive, so it must be virtual reality.

Lebih baik: It's immersive, but it's actually AR — it adds graphics over the real world.

Kurang natural: It's a VR headset, so it can't show my real room.

Lebih baik: It's a headset with passthrough, so it can show my real room and add things to it.

Versi yang natural memilah tiap pengalaman dengan satu pertanyaan: apakah dunia nyata diganti (VR) atau dipertahankan dan ditambahi (AR/MR)?

Tabel Ringkas

Term Singkatan dari Yang sebenarnya dilakukan
VR Virtual reality Mengganti apa yang kamu lihat dengan dunia digital penuh
AR Augmented reality Mempertahankan dunia nyata dan menambah elemen digital di atasnya
MR Mixed reality Memadukan keduanya sehingga objek digital dan nyata berinteraksi
XR Extended reality Istilah payung yang mencakup VR, AR, dan MR sekaligus

Latihan Singkat

Sebutkan istilahnya, atau perbaiki kesalahannya.

  1. Kamu memakai headset dan melihat samudra yang sepenuhnya digital, tanpa ruangan nyata. Itu ______.

  2. Ponselmu menampilkan furnitur yang ditempatkan di ruang tamu nyatamu. Itu ______.

  3. Perbaiki: "XR is better than VR for gaming."

  4. Benar atau salah: "Metaverse" merujuk pada satu produk spesifik yang disepakati.

  5. Perangkat yang membiarkanmu melihat tembus sambil menampilkan label kecil lebih mirip ______ (a headset / glasses).

  6. Sebuah headset memakai passthrough untuk menampilkan ruangan nyatamu dan menambahkan menu melayang. Itu lebih dekat ke VR atau AR?

Jawaban: (1) VR. (2) AR (atau MR kalau furniturnya bereaksi terhadap ruangan). (3) "VR can be better than AR for some games" — XR adalah payung, bukan saingan VR. (4) Salah — itu istilah kabur yang dipakai perusahaan berbeda secara berbeda. (5) glasses. (6) Lebih dekat ke AR — dunia nyata terlihat dan hal-hal digital ditambahkan di atasnya, meski perangkatnya tampak seperti headset VR.

Intinya

Seluruh sup alfabet itu menyusut jadi satu pertanyaan: seberapa banyak dunia nyata yang masih ada di depanmu? VR menghapusnya, AR mempertahankannya dan menambahinya, MR memadukannya, dan XR cuma payung yang mencakup ketiganya. Kata-kata yang lebih mewah — "immersive", "metaverse" — menyetel suasana tapi jarang memberitahumu kategori mana yang sedang kamu hadapi. Pilah tiap pengalaman dengan satu pertanyaan itu dan huruf-hurufnya berhenti menakutkan. Kamu akan jadi orang di demo yang bisa diam-diam berkata, "Itu sebenarnya AR, bukan VR," dan benar.