Apa Perbedaan Bagian Speaking TOEFL 2026 dari Format Lama?
Bagian speaking TOEFL iBT 2026 sangat berbeda dari versi sebelumnya sehingga strategi persiapan yang dirancang untuk format lama pada dasarnya sudah tidak berguna. Tugas Independent dan Integrated sudah dihapus. Sebagai gantinya, terdapat dua format yang sepenuhnya baru: Listen and Repeat dan Virtual Interview. Jika kamu selama ini berlatih dengan membaca sebuah teks, mendengarkan kuliah, lalu merangkum keduanya dalam 60 detik, kamu sedang mempersiapkan diri untuk tes yang sudah tidak ada lagi.
Artikel ini menjelaskan secara persis seperti apa bagian speaking yang baru, bagaimana setiap tipe soal bekerja, dan cara mempersiapkan diri secara efektif.
Bagian Speaking Lama: Apa yang Sudah Hilang
Bagian speaking TOEFL iBT sebelumnya memiliki 4 tugas:
- Tugas 1 (Independent): Sampaikan pendapat kamu tentang suatu topik. 15 detik persiapan, 45 detik respons.
- Tugas 2 (Integrated: Baca + Dengar + Bicara): Baca teks pendek, dengarkan percakapan tentang teks tersebut, lalu rangkum dan hubungkan keduanya. 30 detik persiapan, 60 detik respons.
- Tugas 3 (Integrated: Baca + Dengar + Bicara): Baca teks akademis, dengarkan kuliah dengan topik yang sama, lalu jelaskan hubungan antara kuliah dan bacaan. 30 detik persiapan, 60 detik respons.
- Tugas 4 (Integrated: Dengar + Bicara): Dengarkan kuliah dan rangkum poin-poin utamanya. 20 detik persiapan, 60 detik respons.
Keempat tugas tersebut sudah dihapus. Edisi 2026 menggantinya dengan Listen and Repeat (7 soal) dan Virtual Interview (4 soal).
Listen and Repeat: 7 Soal
Cara Kerjanya
Listen and Repeat adalah format yang lebih sederhana dari dua format speaking baru, tetapi "sederhana" tidak berarti "mudah." Berikut prosesnya:
- Kamu mendengar sebuah kalimat atau frasa yang diucapkan oleh penutur asli bahasa Inggris.
- Kamu mengulanginya seakurat mungkin.
- Sistem merekam dan mengevaluasi pengulangan kamu.
Terdapat 7 soal Listen and Repeat di bagian speaking.
Apa yang Diuji
Listen and Repeat mengukur beberapa dimensi bahasa Inggris lisan secara bersamaan:
Akurasi pengucapan (pronunciation). Bisakah kamu menghasilkan bunyi-bunyi bahasa Inggris dengan benar? Ini termasuk perbedaan yang menantang seperti /r/ vs. /l/, /th/ vs. /s/, dan perbedaan vokal yang tidak ada dalam bahasa pertama kamu.
Intonasi dan tekanan (stress). Bahasa Inggris adalah bahasa bertekanan waktu (stress-timed language). Makna berubah berdasarkan kata dan suku kata mana yang diberi tekanan. "I did NOT say that" bermakna berbeda dari "I did not SAY that." Listen and Repeat menguji apakah kamu bisa mereproduksi pola-pola ini.
Ujaran terhubung (connected speech). Dalam bahasa Inggris alami, kata-kata menyatu satu sama lain. "Can I" menjadi "kenai." "What are you" menjadi "whaddya." Audio yang kamu dengar menggunakan ujaran terhubung alami, dan kamu perlu mereproduksinya secara alami, bukan mengucapkan setiap kata secara terpisah.
Akurasi pendengaran. Kamu tidak bisa mengulangi apa yang tidak kamu dengar dengan benar. Tipe soal ini secara tidak langsung menguji pemahaman mendengarkan, karena setiap kesalahan dengar akan menghasilkan pengulangan yang salah.
Kelancaran dan ritme (fluency and rhythm). Penutur asli tidak berhenti di antara setiap kata. Mereka mengelompokkan kata-kata ke dalam kelompok pikiran (thought groups) dengan jeda alami pada batas klausa. Listen and Repeat menguji apakah kamu bisa mereproduksi ritme alami ini.
Cara Mempersiapkan Listen and Repeat
Lakukan shadowing audio bahasa Inggris setiap hari. Shadowing berarti mendengarkan audio bahasa Inggris dan mengulanginya secara bersamaan atau dengan sedikit jeda. Ini adalah latihan paling efektif untuk Listen and Repeat. Gunakan siaran berita, episode podcast, atau audiobook. Mulailah dengan menjeda setelah setiap kalimat dan mengulanginya, lalu tingkatkan ke shadowing waktu nyata.
Rekam diri sendiri dan bandingkan. Gunakan ponsel kamu untuk merekam pengulangan kamu. Putar ulang audio asli dan versi kamu secara berdampingan. Perhatikan perbedaan dalam:
- Bunyi-bunyi individual
- Penempatan tekanan (kata mana yang ditekankan)
- Kontur intonasi (apakah nada kamu naik dan turun di tempat yang sama?)
- Ritme (apakah jeda kamu di tempat yang sama?)
Berlatih dengan panjang kalimat yang bervariasi. Item Listen and Repeat berkisar dari frasa pendek hingga kalimat yang lebih panjang dan kompleks. Berlatihlah dengan keduanya. Frasa pendek menguji ketepatan pengucapan. Kalimat yang lebih panjang menguji memori kerja dan kemampuan menyimpan seluruh ucapan dalam pikiran saat mereproduksinya.
Fokus pada bunyi-bunyi yang menjadi masalah spesifik kamu. Setiap latar belakang bahasa menghasilkan tantangan pengucapan tertentu dalam bahasa Inggris. Penutur bahasa Spanyol mungkin kesulitan dengan /b/ vs. /v/. Penutur bahasa Jepang mungkin kesulitan dengan /r/ vs. /l/. Penutur bahasa Mandarin mungkin kesulitan dengan gugus konsonan (consonant clusters). Identifikasi tantangan spesifik kamu dan latihlah secara sengaja.
Jangan membaca saat berlatih. Listen and Repeat adalah latihan audio saja. Jika kamu berlatih dengan membaca teks dengan keras, kamu melatih keterampilan yang berbeda. Berlatihlah dengan mendengarkan dan mengulangi tanpa dukungan teks apa pun.
Virtual Interview: 4 Soal
Cara Kerjanya
Virtual Interview mensimulasikan skenario wawancara penelitian. Kamu diberitahu bahwa kamu telah setuju untuk berpartisipasi dalam sebuah studi penelitian tentang topik tertentu. Seorang pewawancara mengajukan 4 pertanyaan tentang topik tersebut, dan kamu menjawab setiap pertanyaan.
Setiap respons memiliki batas waktu 45 detik. Tidak ada waktu persiapan. Kamu mendengar pertanyaan dan langsung mulai berbicara.
Struktur Progresif 4 Pertanyaan
Interview ini bukan empat pertanyaan acak. Strukturnya mengikuti progresi yang disengaja dari konkret dan personal ke abstrak dan analitis:
Pertanyaan 1: Pengalaman Pribadi
Pertanyaan pertama menanyakan tentang pengalaman kamu sendiri terkait topik tersebut. Dirancang agar mudah diakses dan konkret.
Contoh: "Ceritakan tentang saat kamu harus mempelajari sesuatu yang baru untuk pekerjaan atau studi kamu. Seperti apa pengalamannya?"
Ini adalah pemanasan. Pertanyaannya tentang kamu, berdasarkan pengalaman nyata kamu. Hampir semua orang bisa menjawab pertanyaan pengalaman pribadi. Tantangannya adalah menjawab dengan baik dalam 45 detik: memberikan contoh spesifik, memberikan detail yang cukup agar menarik, dan menunjukkan kemampuan berbicara yang jelas dan terorganisir.
Pertanyaan 2: Preferensi
Pertanyaan kedua meminta kamu menyatakan dan menjelaskan preferensi antara beberapa pilihan.
Contoh: "Apakah kamu lebih suka belajar dalam kelompok atau belajar sendiri? Mengapa?"
Ini membutuhkan pemikiran yang lebih terstruktur dibanding Pertanyaan 1. Kamu perlu menyatakan preferensi, memberikan setidaknya satu alasan, dan idealnya memberikan contoh pendukung. Batas 45 detik berarti kamu harus ringkas dan terorganisir.
Pertanyaan 3: Posisi
Pertanyaan ketiga beralih ke tingkat yang lebih abstrak. Biasanya dimulai dengan "Some people believe that..." dan meminta kamu menanggapi sudut pandang pihak ketiga.
Contoh: "Sebagian orang percaya bahwa kursus online sama efektifnya dengan kelas tatap muka. Apakah kamu setuju atau tidak setuju? Mengapa?"
Pembingkaian "Some people believe..." ini penting. Ini menandakan bahwa kamu perlu menanggapi posisi yang sudah ada, bukan sekadar berbagi pendapat kamu sendiri. Kamu harus mengakui sudut pandang tersebut, menyatakan apakah kamu setuju atau tidak setuju, dan memberikan alasan.
Pertanyaan ini menguji kemampuan kamu untuk:
- Memahami dan menanggapi argumen orang lain
- Mengambil posisi yang jelas
- Mendukung posisi kamu dengan alasan atau contoh
- Menggunakan bahasa untuk menyetujui/tidak menyetujui, mengakui, dan membantah
Pertanyaan 4: Kebijakan
Pertanyaan keempat adalah yang paling kompleks. Ini meminta kamu menganalisis isu yang lebih luas, sering kali melibatkan implikasi kebijakan, berbagai perspektif, atau dampak sosial.
Contoh: "Sebagian orang percaya bahwa pemerintah harus lebih banyak berinvestasi dalam energi terbarukan daripada sumber energi tradisional. Apa aspek positif dan negatif dari pendekatan ini?"
Perhatikan bahwa pertanyaan ini mungkin meminta analisis dari berbagai sudut ("positif dan negatif"), bukan hanya satu pendapat. Dalam 45 detik, kamu perlu:
- Membahas kompleksitas isu
- Mendiskusikan berbagai perspektif atau dampak
- Mengorganisir respons kamu dengan jelas agar pendengar bisa mengikuti alur penalaran kamu
Mengapa Struktur Progresif Ini Penting
Progresi 4 pertanyaan ini mencerminkan bagaimana percakapan berkembang secara alami. Kamu mulai dengan apa yang kamu ketahui secara personal, lalu menyatakan preferensi, kemudian menanggapi gagasan orang lain, dan akhirnya menganalisis isu yang kompleks. Ini juga merupakan progresi dari keterampilan berbicara dasar ke tingkat lanjut:
- Pertanyaan 1 menguji kelancaran dan kemampuan naratif personal.
- Pertanyaan 2 menguji kemampuan mengorganisir alasan dan membuat perbandingan.
- Pertanyaan 3 menguji kemampuan menanggapi argumen dan menggunakan penanda wacana akademis (academic discourse markers).
- Pertanyaan 4 menguji kemampuan menganalisis topik kompleks dan menangani berbagai perspektif.
Untuk keperluan penilaian, ini berarti Pertanyaan 4 menguji keterampilan berbicara tingkat tinggi dibandingkan Pertanyaan 1. Meskipun semua pertanyaan berkontribusi pada skor kamu, pertanyaan-pertanyaan selanjutnya memberikan informasi lebih banyak kepada sistem tentang kemampuan berbicara tingkat lanjut kamu.
Transisi Interview
Di antara pertanyaan, pewawancara memberikan frasa transisi singkat:
- Setelah Pertanyaan 1: "Great." atau "I see."
- Setelah Pertanyaan 2: "Interesting." atau "OK. Next,"
- Setelah Pertanyaan 3: "Good points. Lastly,"
Transisi ini meniru wawancara nyata dan memberi kamu waktu istirahat mental singkat sebelum pertanyaan berikutnya.
Cara Mempersiapkan Virtual Interview
1. Berlatih Berbicara Tanpa Waktu Persiapan
Penyesuaian terbesar bagi banyak peserta tes adalah tidak adanya waktu persiapan. Di TOEFL lama, kamu memiliki 15-30 detik untuk mengorganisir pikiran sebelum berbicara. Di Interview, kamu mendengar pertanyaan dan langsung mulai.
Berlatihlah merespons pertanyaan saat kamu mendengarnya. Minta seseorang menanyakan pertanyaan kepadamu, atau gunakan daftar pertanyaan dan timer. Tujuannya bukan untuk memberikan respons yang sempurna dan terpoles. Tujuannya adalah mulai berbicara dalam 2-3 detik setelah mendengar pertanyaan dan mempertahankan ucapan yang koheren selama 45 detik.
2. Kembangkan Template Respons
Meskipun kamu tidak boleh menghafal jawaban yang sudah ditulis, memiliki template mental membantu kamu mengorganisir respons dengan cepat:
Untuk pengalaman pribadi (P1): "[Setup singkat] + [contoh spesifik] + [apa yang saya pelajari/bagaimana hasilnya]"
Untuk preferensi (P2): "I prefer [pilihan] because [alasan 1]. For example, [ilustrasi singkat]. Another reason is [alasan 2]."
Untuk posisi (P3): "I [agree/disagree] with the idea that [nyatakan ulang posisi]. The main reason is [argumen]. For example, [bukti]. While some might say [kontra], I think [bantahan]."
Untuk kebijakan (P4): "This is a complex issue. On one hand, [aspek positif + contoh]. On the other hand, [aspek negatif + contoh]. Overall, I think [kesimpulan seimbang]."
Ini bukan naskah yang dihafal. Ini adalah struktur yang membantu kamu mengorganisir pikiran secara real time.
3. Berlatih Urutan Lengkap 4 Pertanyaan
Jangan berlatih pertanyaan secara terpisah. Berlatihlah keempat pertanyaan secara berurutan dengan topik yang sama. Ini melatih kamu untuk pengalaman tes yang sebenarnya, di mana kamu bergerak dari personal ke abstrak dalam satu area topik.
Atur timer 45 detik per pertanyaan. Rekam dirimu. Tinjau apakah respons kamu menjadi lebih canggih seiring pertanyaan berlanjut.
4. Bangun Repertoar Penanda Wacana (Discourse Markers)
Interview menguji kemampuan kamu menggunakan bahasa yang menandakan persetujuan, ketidaksetujuan, perbandingan, sebab-akibat, dan konsesi. Bangun repertoar frasa untuk setiap fungsi:
Menyatakan posisi: "I firmly believe that..." / "In my view..." / "From my perspective..."
Memberikan alasan: "The main reason is..." / "This is primarily because..." / "One important factor is..."
Membandingkan pilihan: "Compared to..." / "Unlike..." / "While X has the advantage of..."
Mengakui dan membantah: "While it is true that... I still think..." / "Despite the fact that... the evidence suggests..." / "I understand why some people think... but..."
Menganalisis berbagai perspektif: "On one hand... on the other hand..." / "From an economic perspective... but socially..." / "In the short term... however, in the long term..."
5. Atur Waktu Respons kamu dengan Cermat
Empat puluh lima detik lebih pendek dari yang dipikirkan kebanyakan orang. Berlatihlah mengisi tepat 45 detik dengan konten yang substantif:
- Terlalu pendek (di bawah 30 detik): Kamu belum cukup banyak bicara. Tambahkan contoh spesifik, alasan lain, atau kesimpulan singkat.
- Pas (38-45 detik): Kamu mengisi waktu dengan konten yang terorganisir dan relevan.
- Terpotong (pada 45 detik di tengah kalimat): Kamu mencoba mengatakan terlalu banyak. Sederhanakan struktur respons kamu.
Pedoman yang baik: rencanakan 2-3 poin utama per respons. Satu poin terlalu sedikit. Empat poin tidak akan muat dalam 45 detik.
6. Tingkatkan Kelancaran Spontan
Kelancaran dalam konteks Interview berarti berbicara dengan lancar tanpa jeda panjang, pengisi berlebihan ("um," "uh," "like"), atau awal yang salah (false starts). Berikut cara membangunnya:
- Latihan berpikir keras (think-aloud practice): Sepanjang hari, ceritakan pikiran kamu dalam bahasa Inggris. "I am deciding what to have for lunch. I could go to the cafeteria, but I had a sandwich yesterday. Maybe I will try the new Thai place."
- Monolog satu menit: Pilih topik acak dan bicarakan selama 60 detik tanpa berhenti. Lalu coba dengan topik berbeda. Kontennya tidak penting. Latihannya adalah mempertahankan ucapan yang berkelanjutan.
- Kurangi kata pengisi (filler words): Rekam dirimu dan hitung jumlah kata pengisi. Tetapkan target untuk mengurangi kata pengisi per respons seiring waktu. Ganti kata pengisi dengan jeda singkat, yang terdengar lebih alami dan percaya diri.
Kesalahan Umum dalam Mempersiapkan Bagian Speaking Baru
Kesalahan 1: Berlatih Tugas Integrated
Membaca teks, mendengarkan kuliah, lalu berbicara tentang keduanya sudah tidak lagi diujikan. Berhentilah berlatih format ini. Ini membuang waktu dan membangun keterampilan yang tidak diukur dalam tes 2026.
Kesalahan 2: Menghafal Jawaban Template
Beberapa peserta tes menghafal respons template yang panjang dan mencoba mengadaptasinya untuk pertanyaan apa pun. Penilai (baik AI maupun manusia) dilatih untuk mendeteksi respons yang dihafal. Respons tersebut terdengar tidak alami, sering kali tidak sepenuhnya menjawab pertanyaan spesifik, dan menghasilkan skor lebih rendah untuk "pengembangan topik" (topic development) dan "penyampaian" (delivery).
Kesalahan 3: Mengabaikan Listen and Repeat
Beberapa peserta tes menganggap Listen and Repeat sebagai "mudah" dan memfokuskan seluruh persiapan pada Interview. Dengan 7 soal, Listen and Repeat adalah porsi signifikan dari skor speaking. Masalah pengucapan, intonasi, dan kelancaran yang mungkin bisa kamu kompensasi dalam berbicara bebas menjadi sangat jelas terlihat saat kamu mengulangi ucapan tertentu.
Kesalahan 4: Tidak Berlatih di Bawah Tekanan Waktu
Berlatih respons speaking tanpa timer tidak mempersiapkan kamu untuk batasan 45 detik. Kamu perlu menginternalisasi berapa lama 45 detik terasa dan berapa banyak konten yang muat dalam jendela waktu tersebut.
Berlatih Format Speaking 2026 yang Tepat
ExamRift menawarkan bagian speaking TOEFL iBT 2026 lengkap: Listen and Repeat (7 soal) dan Virtual Interview (4 soal dengan tingkat kesulitan progresif dari pengalaman pribadi hingga analisis kebijakan). Platform ini menyediakan evaluasi AI untuk respons speaking kamu, suplemen pembelajaran per soal termasuk contoh jawaban di berbagai level skor, bank ide topik, dan panduan fokus penilaian. Berlatih format yang benar-benar akan kamu hadapi dan dapatkan umpan balik pada setiap respons di ExamRift.