If I Were Rich: Conditional Tanpa Sakit Kepala
"If I win the lottery, I will buy a house." Mudah. Penuh harapan. Mungkin tidak realistis, tetapi tata bahasanya rapi.
"If I won the lottery, I would buy a house." Juga benar, tetapi sekarang kalimatnya memakai kacamata hitam dan menatap kejauhan. Rasanya kurang mungkin, lebih imajiner.
"If I had won the lottery, I would have bought a house." Sekarang lotrenya sudah lewat, tiketnya sedih, dan rumahnya tetap teoretis.
Conditional adalah cara bahasa Inggris membicarakan sebab, kemungkinan, imajinasi, penyesalan, saran, dan semesta alternatif kecil yang kita bawa sepanjang hari. Bentuknya tampak rumit karena verba bergeser. Tetapi setiap pergeseran punya tujuan.
Jawaban Singkat
Kalimat conditional biasanya punya dua bagian:
- if clause: kondisi
- main clause: hasil
Contoh:
- If it rains, we will stay inside.
If it rains adalah kondisi. We will stay inside adalah hasil.
Pola yang paling umum adalah:
| Tipe | Kegunaan | Pola |
|---|---|---|
| Zero conditional | Fakta umum | If + present, present |
| First conditional | Kemungkinan masa depan yang nyata | If + present, will + verb |
| Second conditional | Masa kini imajiner atau masa depan yang kecil kemungkinan | If + past, would + verb |
| Third conditional | Masa lalu imajiner | If + past perfect, would have + past participle |
| Mixed conditional | Kondisi lampau, hasil sekarang | If + past perfect, would + verb |
Kamu tidak perlu menghafal namanya dulu. Mulailah dari tingkat kenyataan: fakta, kemungkinan nyata, imajinasi, penyesalan, atau hasil campuran.
Polanya
Conditional tidak acak. Conditional adalah mesin jarak.
Semakin tidak nyata situasinya terasa, semakin jauh verba bergerak ke belakang.
- Real present/future: If I have time, I will help.
- Imaginary present/future: If I had time, I would help.
- Imaginary past: If I had had time, I would have helped.
Perhatikan bahwa bentuk "past" tidak selalu berarti waktu lampau. Dalam second conditional, had sering menandai jarak dari kenyataan.
- If I were taller, I would reach the shelf.
Pembicara tidak mengatakan "Aku lebih tinggi kemarin." Pembicara sedang membayangkan masa kini yang berbeda.
Untuk be, banyak orang yang berhati-hati memakai were untuk semua subjek dalam conditional imajiner:
- If I were rich, I would travel more.
- If she were here, she would know what to do.
Dalam percakapan santai, kamu mungkin mendengar was, terutama dengan I atau he/she/it. Tetapi were lebih aman dalam tulisan formal dan tes.
Kebiasaan yang membantu adalah memisahkan waktu dari kenyataan. Verba yang tampak lampau dalam if clause bisa menunjukkan waktu lampau, tetapi juga bisa menunjukkan jarak dari kenyataan. Dalam If I had a car, verba had tidak menceritakan masa lalu. Ia membayangkan masa kini yang berbeda. Dalam If I had had a car yesterday, tambahan had mendorong kondisinya ke masa lalu yang tidak nyata. Bentuknya berubah karena dunia imajiner bergerak lebih jauh.
Contoh Alami
Zero conditional: fakta dan aturan
Gunakan zero conditional untuk hal-hal yang biasanya benar.
- If water freezes, it expands.
- If you press this button, the screen turns on.
- If employees miss the deadline, the system sends a reminder.
- If I skip breakfast, I get hungry by ten.
Pola:
If + present, present
Ini bukan tentang satu peristiwa masa depan khusus. Ini aturan, kebiasaan, atau hasil yang dapat diandalkan.
First conditional: kemungkinan masa depan yang nyata
Gunakan first conditional untuk situasi masa depan yang realistis.
- If it rains tomorrow, we will move the picnic indoors.
- If the client approves the draft, we will publish it Friday.
- If you finish early, you can leave early.
- If I see her, I will ask.
Pola:
If + present, will / can / may / might + verb
Penting: if clause memakai present tense meskipun maknanya masa depan.
- If I will see her, I will ask.
- If I see her, I will ask.
Second conditional: masa kini imajiner atau masa depan yang kecil kemungkinan
Gunakan second conditional untuk situasi imajiner, kecil kemungkinan, atau mustahil.
- If I had more time, I would exercise more.
- If we owned a bigger office, we could host the event here.
- If the app were faster, more people would use it.
- If I found a wallet on the street, I would take it to the front desk.
Pola:
If + past, would / could / might + verb
Pola ini juga sangat bagus untuk saran:
- If I were you, I would ask for clarification.
Artinya "Dalam situasimu, saranku adalah..."
Third conditional: masa lalu imajiner
Gunakan third conditional untuk situasi lampau yang tidak terjadi, dan hasil yang dibayangkan.
- If I had studied more, I would have passed.
- If they had left earlier, they would not have missed the train.
- If we had checked the address, we would have found the building faster.
- If she had saved the file, she would not have lost the draft.
Pola:
If + past perfect, would / could / might have + past participle
Ini adalah tata bahasa untuk penyesalan, kelegaan, kritik, dan kerja detektif.
Mixed conditional: sebab lampau, hasil sekarang
Kadang sebuah peristiwa lampau memengaruhi masa kini.
- If I had gone to bed earlier, I would not be so tired now.
- If he had taken the job, he would live in another city now.
- If we had invested in better tools, the team would be faster today.
Pola:
If + past perfect, would + verb
Kondisinya lampau. Hasilnya sekarang.
Kamu juga bisa membalik urutan kalimat tanpa mengubah makna:
- I would not be so tired now if I had gone to bed earlier.
- The team would be faster today if we had invested in better tools.
Koma biasanya muncul ketika if clause datang lebih dulu. Ketika hasil datang lebih dulu, koma biasanya hilang. Tata bahasanya sama; hanya rute dalam kalimatnya yang berubah.
Jebakan Umum
Jebakan 1: Menggunakan will dalam if clause
Untuk first conditional normal, jangan gunakan will setelah if.
- If it will rain, we will stay home.
- If it rains, we will stay home.
Ada kasus khusus ketika will berarti kemauan, tetapi untuk kondisi masa depan dasar, gunakan present tense.
Jebakan 2: Menganggap second conditional sebagai past biasa
- If I had a car, I would drive there.
Ini tidak selalu berarti masa lalu. Biasanya artinya "Aku tidak punya mobil sekarang" atau "Aku sedang membayangkan punya mobil."
Jebakan 3: Melupakan have dalam third conditional
- If I had known, I would called you.
- If I had known, I would have called you.
Setelah would have, gunakan past participle.
Jebakan 4: Mencampur bentuk nyata dan tidak nyata
- If I win, I would celebrate.
Ini mencampur first dan second conditional. Pilih tingkat kenyataannya:
- If I win, I will celebrate.
- If I won, I would celebrate.
Jebakan 5: Mengira if harus muncul di awal
Hasil bisa datang lebih dulu:
- We will stay inside if it rains.
- I would travel more if I had more money.
Ketika if clause datang kedua, biasanya tidak ada koma.
Salah / Lebih Baik / Mengapa
| Salah | Lebih Baik | Mengapa |
|---|---|---|
| If I will finish early, I will call you. | If I finish early, I will call you. | If clause dalam first conditional memakai present tense. |
| If she is here, she would help. | If she were here, she would help. | Masa kini imajiner memakai second conditional. |
| If we had more time, we will fix it. | If we had more time, we would fix it. | Pertahankan pola tidak nyata secara konsisten. |
| If I knew, I would have told you yesterday. | If I had known, I would have told you yesterday. | Kondisinya adalah kondisi lampau yang tidak nyata. |
| If they would listen, they understand. | If they listened, they would understand. | Hasil imajiner membutuhkan would + verb. |
| I would be healthier if I slept earlier last night. | I would be healthier if I had slept earlier last night. | Kondisi lampau membutuhkan past perfect. |
Latihan Mini
Pilih bentuk terbaik.
If I _____ the password, I will log in.
a. know
b. will know
c. knewIf she _____ more free time, she would join us.
a. has
b. had
c. will haveIf we had booked earlier, we _____ better seats.
a. would get
b. will get
c. would have gottenIf the printer _____ paper, it stops automatically.
a. runs out of
b. will run out of
c. had run out ofIf I had taken a break, I _____ so tired now.
a. would not be
b. would not have been
c. will not beIf I were you, I _____ the instructions again.
a. read
b. will read
c. would read
Kunci Jawaban
- a. know - Kondisi masa depan yang nyata memakai present tense dalam if clause.
- b. had - Ini situasi masa kini yang imajiner.
- c. would have gotten - Ini hasil lampau yang tidak nyata.
- a. runs out of - Ini aturan umum, jadi gunakan zero conditional.
- a. would not be - Kondisi lampau, hasil sekarang: mixed conditional.
- c. would read - Saran dengan "If I were you" memakai would + verb.
Ringkasan Kecil
Conditional adalah pengaturan kenyataan. Zero conditional memberi aturan. First conditional membicarakan kemungkinan masa depan yang nyata. Second conditional membayangkan masa kini yang berbeda atau masa depan yang kecil kemungkinan. Third conditional membayangkan masa lalu yang berbeda. Mixed conditional menghubungkan masa lalu yang berbeda dengan masa kini yang berbeda. Ketika situasi menjadi kurang nyata, verba biasanya bergerak satu langkah lebih jauh. Itu bukan kekacauan. Itu cara bahasa Inggris membuka pintu dengan sopan menuju versi peristiwa yang lain.
