Cara Mengucapkan Desimal, Pecahan, dan Rasio Tanpa Tersendat
Dalam sebuah rapat bisnis, seorang pelajar mencoba membaca angka 3.14 dengan keras dan berkata "three point fourteen." Ruangan terdiam. Seseorang dengan lembut mengoreksinya: "three point one four." Hal kecil, tapi dalam kuliah, di telepon, atau di bagian listening TOEFL, kelewatan cara angka diucapkan bisa membuatmu kehilangan seluruh kalimatnya.
Kenapa Ini Penting
Desimal, pecahan, dan rasio terdengar sangat berbeda dari penampilannya di kertas. Penutur asli sering menyelipkan angka-angka ini di tengah kalimat dengan kecepatan penuh: "The recipe calls for two thirds of a cup, and the ratio is about three to one." Pelajar yang hanya pernah melihat angka-angka ini dalam tulisan bisa kehilangan benangnya. Polanya sederhana begitu kamu pahami, dan muncul di mana-mana — di masakan, cuaca, keuangan, skor olahraga, dan perkuliahan akademis.
Polanya
Desimal dibaca digit per digit setelah titik. Angka 0.5 diucapkan "zero point five" atau sekadar "point five." Angka 3.14 adalah "three point one four," bukan "three point fourteen." Setiap digit setelah titik diucapkan satu per satu. Kata point menggantikan simbolnya.
Pecahan memakai bilangan ordinal di bagian bawah (penyebut), dan menambahkan -s kalau angka di atasnya lebih dari satu. Jadi 1/3 adalah "one third" atau "a third," dan 2/3 adalah "two thirds." Keluarga half tidak beraturan: 1/2 adalah "a half" atau "one half."
Rasio memakai to di antara dua angka. 2:1 adalah "two to one." Saat sesuatu adalah proporsi dari keseluruhan, bahasa Inggris sering pakai in: 1 in 5 berarti "one in five" (satu dari setiap lima).
Coba ini:
- 0.75 → "zero point seven five" atau "point seven five"
- 2.5 → "two point five"
- 1/4 → "a quarter" atau "one quarter" (juga "one fourth")
- 5:2 → "five to two"
Salah / Alami / Mengapa
| Salah | Alami | Mengapa |
|---|---|---|
| Three point fourteen | Three point one four | Digit setelah titik desimal dibaca satu per satu. |
| Two third of the students passed. | Two thirds of the students passed. | Angka atas lebih dari satu, jadi pecahannya jamak: thirds. |
| The ratio is two on one. | The ratio is two to one. | Rasio memakai to di antara angka, bukan on. |
| One in five customer complained. | One in five customers complained. | Setelah one in five, kata bendanya jamak karena merujuk pada sebuah kelompok. |
| Zero point twenty-five inches | Zero point two five inches | "Twenty-five" menggabungkan digit; desimal tidak. |
| Half of an hour | Half an hour | Frasa baku half an hour tidak memakai of. |
| The score is three to two for us. | The score is three to two, in our favor. | Skor olahraga memakai to, tapi for us terdengar aneh; in our favor lebih alami. |
| One and half cups of flour | One and a half cups of flour | Bilangan campuran memakai a sebelum half. |
Situasi Umum
Memasak bersama. "Add a third of a cup of sugar and half a teaspoon of salt. If you want it sweeter, go up to two thirds." Perhatikan a third dan two thirds, bukan one third dan two third.
Laporan cuaca. "There's a 30 percent chance of rain, with about 0.4 inches expected by evening." Penutur akan berkata "zero point four inches" atau "point four inches."
Membagi tagihan di kafe. "Let's split this three ways — that's about twelve dollars each." Untuk berbagi, bahasa Inggris sering pakai N ways alih-alih pecahan.
Kuliah akademis. "Roughly one in seven adults reports difficulty sleeping, and the ratio of women to men in the sample is about three to two." Baik one in seven maupun three to two keluar dengan cepat; kalau kamu kelewatan kata kecil in dan to, kamu kehilangan hubungannya.
Belanja online. "The screen is 6.1 inches, and the battery lasts 1.5 days." Dibaca: "six point one inches" dan "one and a half days" (atau "one point five days" dalam konteks teknologi).
Komentar olahraga. "It's two to one at halftime, and the shot accuracy is up to fifty-five percent." Skor dibaca dengan to, dan persentase tetap mengikuti aturannya sendiri.
Kesalahan Umum
- Membaca desimal sebagai angka utuh setelah titik ("three point fourteen") alih-alih digit per digit.
- Lupa -s jamak pada pecahan (bilang "two third" alih-alih "two thirds").
- Memakai of dalam frasa baku yang tidak memakainya: half an hour, half a day, half the class.
- Mengucapkan one half dalam percakapan santai padahal a half terdengar lebih alami ("a half-hour break").
- Mencampurkan one in five (proporsi) dan one out of five (juga benar, tapi sedikit lebih formal) dengan one of five (yang berarti satu dari daftar spesifik berisi lima hal).
- Membaca 3:1 sebagai "three one" tanpa kata to.
- Kelewatan kata kecil point dalam ucapan cepat — latih mengucapkannya dengan jelas.
Latihan Singkat
Baca setiap angka dengan keras, lalu tulis cara kamu mengucapkannya dengan kata-kata bahasa Inggris yang lengkap.
- 0.25
- 2/3 of the audience
- The ratio of staff to students is 1:8.
- The bottle holds 1.5 liters.
- One in four respondents disagreed.
Ringkasan
Desimal dibaca satu digit pada satu waktu setelah point. Pecahan menambahkan -s saat angka atas lebih dari satu, dengan half dan a half sebagai favorit yang tidak beraturan. Rasio memakai to, dan proporsi sering memakai in. Latih mengucapkannya dengan keras sampai kata-kata kecil — point, to, in, a half — terasa otomatis, dan angka dalam bahasa Inggris yang cepat akan berhenti membuatmu tertangkap lengah.
Mau berlatih angka, kuantitas, dan satuan dalam kalimat tes yang nyata? Mulai berlatih di ExamRift.
