Frasa Bahasa Inggris Politik yang Umum: Grassroots, Red Tape, dan Lame Duck

Frasa Bahasa Inggris Politik yang Umum: Grassroots, Red Tape, dan Lame Duck

Pelaporan politik punya kosakatanya sendiri. Wartawan memakai sejumlah frasa baku yang hidup untuk menggambarkan bagaimana keputusan dibuat, siapa yang memegang kekuasaan, dan bagaimana kelompok-kelompok mencoba memengaruhi hasil. Frasa-frasa ini muncul dalam artikel berita, kolom opini, dan diskusi siaran hampir setiap hari.

Artikel ini menjelaskan lima di antaranya dengan cara yang benar-benar non-partisan. Tujuannya murni kebahasaan: membantu pelajar bahasa Inggris memahami cara kerja kata-kata itu, bukan untuk memihak pada isu apa pun. Mengenal frasa-frasa ini membuat berita politik jauh lebih jelas, dan hal itu juga membantu pada bagian membaca dan menyimak dalam ujian seperti TOEIC, TOEFL, IELTS, dan SAT.

Grassroots

Arti Harfiah

Kata per kata, "grassroots" merujuk pada akar rumput, yaitu bagian tumbuhan yang berada di paling bawah, di dalam tanah. Secara harfiah, frasa ini menunjuk pada tingkat yang paling rendah dan paling mendasar dari sesuatu.

Arti Sebenarnya

Dalam bahasa Inggris politik, "grassroots" menggambarkan kegiatan yang dimulai dari orang biasa pada tingkat lokal, alih-alih dari para pemimpin atau organisasi besar. Sebuah gerakan grassroots tumbuh dari bawah ke atas.

Asal-usul atau Latar Belakang

Salah satu penjelasan yang umum mengaitkan kata ini dengan gambaran akar: sebagaimana rumput tumbuh dari akarnya ke atas, sebuah upaya grassroots tumbuh dari warga biasa ke atas. Penggunaan politik pertamanya yang persis masih diperdebatkan, tetapi gambaran tumbuhan itu luas diterima.

Konteks Umum

"Grassroots" muncul dalam laporan berita dan ulasan politik, sering kali sebagai kata sifat sebelum kata seperti "movement," "campaign," atau "support." Tingkat keformalannya cukup netral dan umum baik dalam tulisan maupun lisan.

Contoh

"The proposal began as a grassroots campaign by residents who wanted safer streets near local schools."

Makna Kalimat Ini

Kalimat ini mengatakan bahwa kampanye itu dimulai oleh warga biasa, bukan oleh pejabat atau sebuah kelompok besar. Orang-orang biasa mengaturnya sendiri untuk mendorong jalan yang lebih aman.

Kesalahan Umum

Pelajar kadang memakai "grassroots" untuk sekadar memaknai "alami" atau "di luar ruangan." Frasa ini secara khusus menggambarkan orang biasa yang bertindak pada tingkat lokal. Perhatikan juga bahwa kata ini biasanya ditulis sebagai satu kata dan berfungsi sebagai kata sifat, seperti dalam "grassroots support."

Red Tape

Arti Harfiah

Kata per kata, "red tape" adalah seuntai pita yang berwarna merah. Diartikan secara harfiah, ini hanyalah seutas pita berwarna yang dipakai untuk mengikat sesuatu.

Arti Sebenarnya

Dalam bahasa Inggris politik dan bisnis, "red tape" berarti aturan resmi dan dokumen yang berlebihan yang membuat sebuah proses menjadi lambat dan sulit. Frasa ini menggambarkan birokrasi yang menjadi penghambat.

Asal-usul atau Latar Belakang

Salah satu penjelasan yang umum adalah bahwa kantor pemerintah dulu memakai pita atau renda merah untuk mengikat dokumen resmi, jadi warnanya menjadi terkait dengan prosedur resmi. Sejarah pastinya tidak pasti, tetapi kaitannya dengan praktik dokumen lama sering diulang-ulang.

Konteks Umum

"Red tape" umum dalam laporan berita, tajuk rencana, dan percakapan sehari-hari. Frasa ini membawa nada yang sedikit negatif, karena menyiratkan rasa frustrasi, dan cocok baik untuk tulisan formal maupun pembicaraan santai.

Contoh

"Small business owners complained that too much red tape was slowing down their permit applications."

Makna Kalimat Ini

Kalimat ini mengatakan bahwa para pemilik usaha merasa aturan resmi dan dokumen membuat proses perizinan terlalu lambat. Mereka frustrasi oleh prosedur yang berbelit-belit.

Kesalahan Umum

Pelajar kadang memperlakukan "red tape" sebagai kata yang dapat dihitung dan mengatakan "a red tape" atau "red tapes." Ini adalah kata benda yang tidak dapat dihitung, jadi kamu mengatakan "a lot of red tape" atau "too much red tape," tidak pernah "two red tapes."

Lame Duck

Arti Harfiah

Kata per kata, "lame duck" adalah seekor bebek yang tidak bisa berjalan dengan benar karena terluka. Diartikan secara harfiah, ini hanyalah seekor burung yang kakinya cedera.

Arti Sebenarnya

Dalam bahasa Inggris politik, "lame duck" adalah seorang pejabat yang masih menjabat tetapi kekuasaannya terbatas, biasanya karena penggantinya sudah dipilih atau masa jabatannya hampir berakhir.

Asal-usul atau Latar Belakang

Asal-usul pastinya tidak jelas. Salah satu penjelasan yang umum mengaitkannya dengan gambaran seekor bebek lemah yang tidak bisa mengikuti yang lain. Makna politiknya, yang menggambarkan seorang pejabat dengan sedikit sisa pengaruh, sudah lama dipakai dalam bahasa Inggris.

Konteks Umum

"Lame duck" muncul dalam ulasan politik dan analisis berita, sering kali sebagai kata sifat, seperti dalam "a lame duck official" atau "a lame duck session." Nadanya agak informal tetapi tetap diterima dalam penulisan berita yang serius.

Contoh

"As a lame duck, the outgoing mayor found it hard to win support for any new long-term projects."

Makna Kalimat Ini

Kalimat ini mengatakan bahwa wali kota itu akan segera meninggalkan jabatan dan karena itu hanya punya sedikit kekuasaan nyata. Pejabat lain tidak melihat alasan untuk mendukung rencana jangka panjang sang wali kota.

Kesalahan Umum

Pelajar kadang memakai "lame duck" untuk siapa saja yang sekadar lemah atau tidak populer. Frasa ini secara khusus menggambarkan seorang pejabat yang masa berkuasanya hampir habis. Memakainya untuk seorang pemimpin yang kuat di awal masa jabatan akan terdengar salah.

Swing Vote

Arti Harfiah

Kata per kata, "swing vote" adalah suara yang berayun, atau bergerak, dari satu pihak ke pihak lain. Secara harfiah, gambarannya adalah sesuatu yang bergerak bolak-balik antara dua posisi.

Arti Sebenarnya

Dalam bahasa Inggris politik, "swing vote" adalah suara yang bisa jatuh ke pihak mana pun dan karena itu dapat menentukan hasil akhir. Frasa ini bisa merujuk pada satu pemilih yang menentukan atau pada sebuah kelompok yang belum mantap berpihak.

Asal-usul atau Latar Belakang

Ini adalah frasa yang cukup gamblang. Kata "swing" menyiratkan gerakan antara dua pilihan, dan sebuah swing vote adalah suara yang bisa bergerak ke arah mana pun. Frasa ini menjadi baku dalam pelaporan politik karena keputusan yang ketat sering terjadi.

Konteks Umum

"Swing vote" muncul dalam liputan pemilu, analisis berita, dan diskusi politik. Tingkat keformalannya netral dan sering dipakai ketika wartawan menjelaskan mengapa sebuah keputusan sulit diprediksi.

Contoh

"With the council evenly split, one undecided member held the swing vote on the new budget."

Makna Kalimat Ini

Kalimat ini mengatakan bahwa dewan terbagi sama rata, jadi suara satu anggota yang belum memutuskan akan menentukan anggaran. Satu suara itu bisa mendorong hasilnya ke arah mana pun.

Kesalahan Umum

Pelajar kadang mencampuradukkan "swing vote" dengan "swing voter." Sebuah swing vote adalah suaranya itu sendiri, sedangkan swing voter adalah orangnya. Selain itu, frasa ini menggambarkan suara yang belum menentukan atau menentukan, bukan sekadar suara apa pun yang dihitung.

Political Football

Arti Harfiah

Kata per kata, "political football" adalah sebuah bola sepak, jenis yang dipakai dalam olahraga, yang dikaitkan dengan politik. Diartikan secara harfiah, frasa ini tidak masuk akal, karena politik tidak punya bola yang nyata.

Arti Sebenarnya

Dalam bahasa Inggris politik, "political football" adalah sebuah isu yang terus dipakai oleh kelompok-kelompok yang berseberangan untuk meraih keuntungan satu sama lain, alih-alih berupaya menyelesaikannya. Isu itu dioper-oper untuk meraih keuntungan.

Asal-usul atau Latar Belakang

Salah satu penjelasan yang umum mengaitkan frasa ini dengan gambaran sebuah bola yang ditendang bolak-balik antar tim. Penggunaan pertamanya yang persis tidak jelas, tetapi gambaran olahraga berupa bola yang dioper antar pihak luas diterima.

Konteks Umum

"Political football" muncul dalam kolom opini dan ulasan berita. Frasa ini membawa nada yang sedikit kritis, karena menyiratkan bahwa sebuah isu sedang dipakai secara tidak adil, dan lebih umum dalam tulisan dan diskusi daripada dalam laporan berita biasa.

Contoh

"Critics warned that school funding had become a political football, debated for advantage instead of fixed."

Makna Kalimat Ini

Kalimat ini mengatakan bahwa pihak-pihak yang berseberangan memakai isu pendanaan sekolah untuk meraih keuntungan satu sama lain. Mereka memperdebatkannya alih-alih benar-benar menyelesaikan masalahnya.

Kesalahan Umum

Pelajar kadang memakai "political football" untuk memaknai topik politik apa pun. Frasa ini secara khusus menggambarkan sebuah isu yang dipakai sebagai alat dalam perdebatan alih-alih benar-benar ditangani. Frasa ini selalu membawa nuansa kritik.

Kesimpulan

Frasa seperti "grassroots," "red tape," "lame duck," "swing vote," dan "political football" ada di mana-mana dalam pelaporan politik. Masing-masing mengubah sebuah gagasan rumit tentang kekuasaan dan proses menjadi gambaran yang singkat dan mudah diingat. Tidak satu pun di antaranya bersifat partisan dengan sendirinya; semuanya hanyalah alat yang menggambarkan cara kerja politik.

Untuk membuat frasa-frasa ini melekat, perhatikanlah saat kamu membaca berita politik dan menyimak siaran. Ketika kamu menemui salah satunya, tanyakan pada dirimu sendiri situasi nyata apa yang digambarkannya, terpisah dari kata-kata harfiahnya. Seiring waktu kamu akan langsung mengenalinya, dan berita politik akan menjadi jauh lebih mudah dipahami dan dibahas dalam bahasa Inggris yang jelas.