Mendeskripsikan Bangunan dari Luar: Facade, Balcony, Roof, dan Entryway

Mendeskripsikan Bangunan dari Luar: Facade, Balcony, Roof, dan Entryway

Bahasa Inggris untuk bagian luar bangunan membantumu mendeskripsikan tampilan sebuah tempat dari luar. Kamu mungkin membutuhkan kata-kata ini saat memberi petunjuk arah, membandingkan apartemen, membicarakan sebuah foto, melaporkan kerusakan, mendeskripsikan sebuah toko, atau menjelaskan tempat untuk bertemu seseorang. Alih-alih berkata "the front part" atau "the outside thing", kamu bisa menyebut nama fitur yang tepat.

Bagian luar bangunan memiliki banyak komponen: facade, atap, jendela, pintu, anak tangga, pagar pengaman, balkon, dinding, papan tanda, gerbang, dan pencahayaan. Deskripsi yang baik dimulai dari fitur paling besar yang terlihat lalu menambahkan detail yang berguna. Apakah bangunannya tinggi atau rendah? Apakah bagian depannya modern, polos, bersejarah, berkaca, berbata, dicat, rusak, atau terawat dengan baik? Apakah pintu masuknya mudah ditemukan? Apakah ada tangga, ramp, atau area beratap?

Perbedaan Penting

Sebuah facade adalah muka depan bangunan, terutama bagian yang dilihat orang dari jalan. Bagian ini sering mencakup dinding utama, jendela, pintu, papan tanda, dan detail dekoratif. Kamu bisa berkata "a brick facade," "a glass facade," atau "the front facade."

Sebuah balcony adalah platform luar ruangan kecil yang menempel pada lantai atas. Biasanya memiliki pagar pengaman dan diakses dari dalam bangunan. Sebuah patio biasanya berada di permukaan tanah. Sebuah porch adalah area beratap di dekat pintu masuk, sering kali di depan rumah.

Sebuah roof menutupi bagian atas bangunan. Atap bisa datar, miring, berubin, berlogam, bersirap, bocor, atau ditutupi panel surya. Roofline adalah bentuk atau tepi atap yang terlihat.

Sebuah entryway adalah area tempat orang masuk. Area ini bisa mencakup pintu depan, anak tangga, ramp, awning, keset, intercom, kotak surat, atau pintu lobi. Sebuah entrance adalah bukaan atau pintunya itu sendiri, tetapi orang sering menggunakan kedua kata itu dalam percakapan sehari-hari.

Istilah dan Frasa Inti

  • exterior: bagian luar bangunan
  • facade: muka depan utama bangunan
  • front wall: dinding yang menghadap jalan atau pengamat
  • brickwork: bata dan pola yang dibentuknya
  • siding: material yang menutupi dinding luar
  • trim: potongan dekoratif atau penutup di sekitar pintu, jendela, dan tepi
  • awning: penutup kecil di atas pintu atau jendela
  • canopy: penutup yang lebih besar di atas pintu masuk atau jalur pejalan kaki
  • balcony: platform luar ruangan yang ditinggikan dengan pagar pengaman
  • railing: pembatas pelindung di sepanjang anak tangga, balkon, atau tepi
  • roof: penutup bagian atas bangunan
  • roofline: tepi atau bentuk atap yang terlihat
  • gutter: saluran yang mengalirkan air hujan dari atap
  • downspout: pipa yang mengalirkan air hujan ke bawah
  • entryway: area pintu masuk
  • front steps: anak tangga menuju pintu
  • ramp: jalur miring untuk akses yang lebih mudah
  • walkway: jalur menuju bangunan
  • intercom: sistem pengeras suara untuk menghubungi seseorang di dalam
  • mailbox: tempat menerima surat
  • exterior lighting: lampu di luar bangunan

Kolokasi yang Alami

Gunakan brick facade, glass facade, stone facade, painted exterior, wood siding, metal railing, front entryway, covered entrance, wide steps, narrow walkway, dan flat roof.

Untuk kondisi, katakan well maintained exterior, peeling paint, cracked steps, loose railing, rusted gate, faded sign, dirty windows, damaged gutter, atau missing roof shingles.

Untuk lokasi, gunakan on the front of the building, above the entrance, next to the doorway, along the roofline, under the balcony, at street level, dan around the corner.

Frasa-frasa ini terdengar lebih alami daripada penjelasan yang panjang. "There is a small awning above the entryway" lebih jelas daripada "There is a thing over the door to cover people."

Contoh Kalimat

"The building has a brick facade and large windows facing the street." (Bangunan itu punya facade bata dan jendela besar yang menghadap jalan.)

"There is a small balcony on the second floor." (Ada balkon kecil di lantai dua.)

"The main entrance is under the blue awning." (Pintu masuk utama berada di bawah awning biru.)

"The roof looks flat from the street, but it slopes slightly toward the back." (Atapnya tampak datar dari jalan, tetapi sedikit miring ke arah belakang.)

"The front steps are cracked, so use the ramp on the side." (Anak tangga depan retak, jadi gunakan ramp di samping.)

"The railing on the balcony is black metal." (Pagar pengaman di balkon itu terbuat dari logam hitam.)

"The gutters run along the roofline." (Talang air membentang di sepanjang roofline.)

"The entryway is bright and easy to spot at night." (Pintu masuknya terang dan mudah dikenali di malam hari.)

"The paint is peeling near the lower part of the wall." (Catnya mengelupas di dekat bagian bawah dinding.)

"Meet me by the glass doors at the front entrance." (Temui saya di dekat pintu kaca di pintu masuk depan.)

Mendeskripsikan Bentuk dan Gaya

Untuk mendeskripsikan tampilan keseluruhan, mulailah dengan ukuran dan gaya. Kamu bisa berkata a low brick building, a tall glass building, a narrow townhouse, a modern apartment building, an older stone building, atau a plain concrete building.

Lalu deskripsikan fitur-fitur yang paling terlihat:

"It is a three-story brick building with white trim and a small balcony above the entrance."

"The building has a glass facade, a flat roof, and a wide covered entryway."

"It looks older, with stone walls, arched windows, and a steep roof."

Untuk gaya, gunakan kata seperti modern, traditional, historic, plain, decorative, industrial, residential, dan commercial. Bagian luar yang modern mungkin memiliki kaca, logam, garis-garis bersih, dan warna sederhana. Sebuah facade bersejarah mungkin memiliki batu, brickwork, detail ukiran, kolom, atau jendela melengkung.

Mendeskripsikan Akses

Deskripsi bagian luar sering bersifat praktis. Orang perlu tahu cara masuk.

"Use the side entrance next to the parking lot."

"There are three steps at the front, but there is also a ramp."

"The entryway is set back from the sidewalk."

"The door is under the canopy, between two large windows."

"The intercom is on the wall to the right of the door."

Perhatikan frasa set back from. Frasa ini berarti pintu masuk atau bangunannya tidak langsung berada di tepi trotoar. Posisinya lebih masuk ke dalam properti. Frasa ini berguna saat sebuah pintu sulit terlihat dari jalan.

Kesalahan Umum Pembelajar

Jangan gunakan face ketika maksudmu adalah facade dalam deskripsi bangunan. "The face of the building" mungkin masih bisa dipahami, tetapi "the facade" atau "the front of the building" terdengar lebih alami.

Jangan menyebut setiap area luar yang ditinggikan sebagai balcony. Jika berada di permukaan tanah, kemungkinan besar itu adalah patio, porch, deck, atau terrace. Sebuah balcony menempel pada lantai atas.

Jangan mencampuradukkan roof dan ceiling. Roof berada di luar di bagian atas bangunan. Ceiling berada di dalam di bagian atas sebuah ruangan.

Jangan berkata "the entrance is in front of the building" jika maksudmu pintu itu merupakan bagian dari dinding depan. Katakan "the entrance is at the front of the building."

Hindari "the building is broken" untuk masalah yang terlihat. Katakan "the steps are cracked," "the paint is peeling," atau "the gutter is damaged."

Paragraf Model Praktis

The building is a three-story apartment building with a red brick facade and white window trim. The main entryway is at the center of the front wall, under a small black awning. There are five concrete steps leading up to the glass door, and a metal railing on each side. A narrow ramp runs along the left side of the steps. On the second floor, two small balconies face the street. The roof is flat, with gutters visible along the front edge. Overall, the exterior looks clean and well maintained, although the paint near the lower windows is slightly faded.

Saat kamu mendeskripsikan bagian luar bangunan, bergeraklah dari umum ke spesifik: jenis bangunan, material utama, fitur bagian depan, pintu masuk, atap, dan kondisi. Urutan ini membantu pendengar membayangkan tempat itu dengan cepat dan menemukannya dengan mudah.